Bismillah….
Diam. Rasanya lebih melelahkan, dibanding ketika aku berkejaran dengan waktu. Diam juga membunuh satu-satu nafasku dengan makna kosong. Kemenangan itu bukan angan yang tergenggam tanpa usaha, aku harus menggapainya, dengan terpaksa jika perlu. Dengan ringan atau berat hati, aku tak boleh memilih jalan lain selain ini, meski sesak itu selalu menerjang, meski tangis membadai, aku tidak boleh kalah .
Aku harus terus berlari, karena hanya itu yang perlu aku lakukan untuk dapat diam dalam bahagia nanti. Karena cahaya itu tidak boleh padam hanya karena tiupan ribut matari.
Bismillah…. Kuatkan aku, Rabb.
Untuk esok yang lebih cerah, untuk pelita yang mengobori nurani...
Esok adalah awal, bagi perjuangan yang apinya tak akan padam, untuk cahaya biru yang tak akan pudar. Esok adalah keterasingan, bagi sisa-sisa hitam legam malam lalu.
Esok adalah harapan, bagi jiwa yang merindukan manisnya iman yang senantiasa membara.
Esok adalah kematian, bagi setiap langkah dosa yang menoda di pinggir hati.
Esok adalah rencana, untuk meniti pelangi menuju surga.
Kuatlah. SEMANGAT!!!
Read More......
Ketika mendengar kata ukhuwah, rasanya nyaman, tergambar ikatan yang kokoh yang bukan hanya berlandaskan kesamaan karakter, atau kesamaan hobi, namun ikatan yang betul-betul bernilai akidah. Maka tak ada lagi hina untuk setiap cela yang dimiliki saudara, yang ada hanyalah do’a dan toleransi tanpa batas untuk setiap karakternya yang bergesekan dengan kita. Tak ada diam untuk setiap kesalahan yang alpa diperbuatnya, yang ada hanyalah kasih sayang untuk meraih tangannya agar tetap erat menggenggam taliNya. Tak ada acuh untuk setiap kering yang merontangkan jiwanya, yang ada hanyalah limpahan hikmah untuk setiap pertemuan. Tak ada jiwa yang mati di tengah ikatan ini, yang ada hanyalah kekokohan yang menghidupkan setiap jiwa yang berpegang. Tak ada yang ditinggalkan, pun tak ada yang meninggalkan.
Dan aku menangis untuk setiap kedok yang ditampakkan seperti ukhuwah, namun hanyalah sebatas lelucon belaka. Tampak seperti ukhuwah namun setiap jiwa di dalamnya mati, bukan karena tak tahan, tapi karena tak ada seorangpun yang mempertahankannya untuk tetap hidup. Tampak seperti ukhuwah namun setiap celah adalah fitnah yang membutakan, tampak cemerlang tapi sebenarnya legam.
Dan aku membenci mereka, yang mengatasnamakan ukhuwah untuk setiap kata manis yang terlontar begitu saja, untuk setiap pertemuan yang tak beranjak dari degup gelisah, atau dari nasihat yang dirangkai seolah bermakna.
Read More......
Jika rasanya ringan,
genapkan keyakinan.
Ringan itu ada atas penghambaan padaNya....
Jika rasanya berat,
biarkan degup gentar itu mati
karena ketundukanmu lebih kuat....
Berjalanlah tegap,
dengan sayap berbulu halus dan melayang...
atau
dengan remahan janji yang kokohkan jiwa...
Berjalanlah tegap,
dengan wewangi ruh yang terus menguat...
atau
dengan sengat ketakutan atas pengingkaran...
Untuk itu semua,
kunamakannya ikhlas.....
Jatinangor, 21 Desember 2011
hujan yang merinai dan kesendirian yang menelan.....
Read More......