(tanpa) nisbi
Hei, masih menisbikah jarak yang kurentang?
Somewhere, Juli 15th 2011
aku dan sepenggal bait hidupku...
Diposting oleh oema | Permalink | 0 komentar
Label: puisi
Bukan tentang mengeluarkan keberhargaan di mulutmu,
Bukan tentang menaburkan begitu saja remah kebaikan,
Bukan tentang lelah yang mengering saat masa penghabisan tilawah,
Bukan tentang pena yang menuliskan kalam cahaya,
Bukan tentang keterasingan yang tidak terjembatani antara kau dengan dunia,
Bukan, sayang.
June 28th, 2011
Diposting oleh oema | Permalink | 2 komentar
Label: coretan kecil
Diam.
Degup itu mungkin saja kau telan...
Aku memang tak tahu,
dan kurasa tak perlu tahu.
Gumam yang terlepas setiap kali bermunajat,
bening yang meleleh untuk penghibaan,
apapun itu,
masihkah terselip merah bernoda?
Aku juga tak tahu.
Mengapa sulit?
Padahal begitu sederhananya untuk terpikat
pada deraian hijaiyah...
Berlepaslah!
Sebab waktu yang terbangkitkan karenaku
tak akan pernah memberi sehela nafas untuk menghidupkanmu,
tak akan mampu menjaga detak segar di dada kirimu,
atau meregangkan lelah di penghujung senja yang merenda.
Berlepaslah!
Aku ini seserpih ilalang di penghabisan..
Bagaimana hamparan jagat tak juga kau hiraukan?
"Berlepaslah!"
Jatinangor. 10 April 2011
Diposting oleh oema | Permalink | 2 komentar
Label: poem