Senyum yang mengalir di atas darahku pagi ini,
Tak kah kau rasakan kelamnya?
Dalam diam yang menggeliat marah dalam nyawa kita
Kau tahu, bukan?
Pintu itu sebentar lagi terbuka buat kita...
Tutup matamu jika itu lebih kau suka
dan mungkin saja pipi-pipi basah ini tak lagi kelihatan memerah
Koyak mana yang masih kau simpan, sahabat?
Tak berarti nanah yang mengering itu terlupa, kau bilang
Balut hitamku hari ini
Pemakaman kita tak juga usai
Karangan bunga mawar tak punya kuasa
Apakah kematian kita berlangsung khidmat, sayang?
Kesakitan masih mengecup kejam..
Read More......
Sajakku mulai tumpul,
menumbuk keras tak berperasaan
agaknya aku tak lagi mengkaji
larik pelangi milikmu
aku lupa loncatan imajinasi yang kamu tunjukkan
rasanya, aku harus melarikan remasan kertas
untuk kembali bermimpi
mengangkasa dengan sayap bahasa..
Aku merindukan gesekan pena di secarik kertas buram
aku rindu menulis puisi bintang di hamparan hitam
aku rindu mengeja bait pada rasaku
aku rindu..
"setelah beberapa hari terbungkam, dan aku tak mau terbiasa akan hal itu..."
NNSM.7292. 23022010.
Read More......
Iseng-iseng, aku bikin 3 bait puisi lalu aku tag puisi tersebut pada teman-temanku di blog, niatnya sih pengen nyobain puisi berantai.. dan inilah hasilnya...^^
Beri aku nama..
Beri aku nama,
yang jika kau ucapkan
daun-daun berguguran berubah menghijau
Beri aku nama,
yang bila kau azzamkan
setiap merah yang mengalir berubah pekat
Beri aku nama,
yang saat kau gumamkan
angin membawa badai memelan lunglai
Beri aku nama..
Read More......