aku dan sepenggal bait hidupku...

Seikat kata terakhir

Hilang..
Aku bahkan tak sadar itu bunga terakhir yang mekar untukku
apakah hujan yang menggerimis tak lagi memercik segar pada putiknya?
Ataukah jatuhnya rintik itu merontokkan kelopaknya?
Semi milikku tak seranum kawanan mawar..
Dan aku sudah lupa caranya menyiramkan frasa
untuk menitikkan embun pada dedaunan
aku tak lagi punya stanza yang biasa kutebarkan
untuk memenuhkan rekahan kuncup-kuncup diam

jadi, tetaplah menguntai harum di ujung kelopakmu
aku akan membahasakan sunyi yang kau sukai
jika apa yang berada di sini
tak punya cara tuk buatmu mengerti..


Masa SMA berakhir, dan banyak hal tak bisa kukatakan pada mereka......

Read More......

Pemakaman Kita Belum Usai, Sahabat...

Senyum yang mengalir di atas darahku pagi ini,
Tak kah kau rasakan kelamnya?
Dalam diam yang menggeliat marah dalam nyawa kita
Kau tahu, bukan?
Pintu itu sebentar lagi terbuka buat kita...

Tutup matamu jika itu lebih kau suka
dan mungkin saja pipi-pipi basah ini tak lagi kelihatan memerah
Koyak mana yang masih kau simpan, sahabat?
Tak berarti nanah yang mengering itu terlupa, kau bilang

Balut hitamku hari ini
Pemakaman kita tak juga usai
Karangan bunga mawar tak punya kuasa
Apakah kematian kita berlangsung khidmat, sayang?
Kesakitan masih mengecup kejam..

Read More......

Sajak rindu

Sajakku mulai tumpul,
menumbuk keras tak berperasaan
agaknya aku tak lagi mengkaji
larik pelangi milikmu
aku lupa loncatan imajinasi yang kamu tunjukkan
rasanya, aku harus melarikan remasan kertas
untuk kembali bermimpi
mengangkasa dengan sayap bahasa..

Aku merindukan gesekan pena di secarik kertas buram
aku rindu menulis puisi bintang di hamparan hitam
aku rindu mengeja bait pada rasaku


aku rindu..





"setelah beberapa hari terbungkam, dan aku tak mau terbiasa akan hal itu..."

NNSM.7292. 23022010.

Read More......