aku dan sepenggal bait hidupku...

Karena Kau Berharga, Saudaraku...

Bismillah...
Bagi yang menjenguk pagi dan meretas senja, lafalkan ini sejenak saja:

Meminang cahaya shubuh,
menangkap sinar emas di gemawan,
adakah beda
dengan melepas rimbun di pematangan hari gelap,
atau merelakan jingga memerah, ditelan pekat kemudian?

Pagi mungkin membuatmu lalai,
menengadah untuk menyingkapi geletar mahaNYA,
atau senja membuatmu putus asa, mengais sisa cahaya bernafas gemintang.

Pada keduanya, ujian itu ada. Berbahagialah.
Kau akan diuji dengan keduanya,
sambutlah.
Karena kau berharga, saudaraku...
Dan Allah menyayangimu.


Ciseke, 29 September 2011.

0 komentar: