Senyap pun jera padaku (untuk sahabat, insanitis37)
undefined
11
Mungkin saja aku tak ingat,
Ada gemerisik rindu di patahan ranting hatiku
Cerita tanpa kata yang kubuat
Untuk sayap yang mengangkasa pergi
Yang jelas,
Aku menatap senyap
Tak merasa, tak meraba,
Hanya tertawa, dedaunan tua yang lama mengering
Bantaran hati yang lama t'lah landai
Hanya bersenandung kecil,
Membisukan nada-nada hampa
Yang meti tercekik dalam sebuah kesepian
Hanya menikmati semua
Mengaliri kembali mataku yang tak lagi basah
Mungkin,
Sudah cukup bagiku semua gelap
Hingga kelam pun jera tuk bersama.
……..
………
Epilog ini,
Buktikah akan muakku?
Rasanya senyap pun lamat-lamat akan lari dariku..
2 komentar:
puisi yg menggugah emosi,
lam kenal adik manis
aduh, makasih banyak teh mau buat puisi khsus buatku, hehe
puisinya dalam banget. apalagi pemeilihan kata dan struktur kalimatnya. pol banget lah, nice poem, hehehe.
"Epilog ini,
Buktikah akan muakku?"
mudah2an ini bukan ditujukan tuk diriku, hehe
ketika kata terdengar menggugah,
saat tulisan terlihat menyalak
yakinilah bahwa itu tak hanya kata, bukan sekadar tulisan.
Namun emosi jiwa yang niscaya dimiliki para pecinta...
Sekali lagi makasih banyak y teh, tar aku posting y puisinya...
Posting Komentar